
PADANG, – Pusat Grosir di Pasar Raya Padang, salah satu pusat perekonomian di Kota Padang tempat masyarakat membeli kebutuhan. Namun sejak tidak adanya terminal angkutan kota dan pemindahan terminal AKAP, kondisi grosir di pasar raya kini sepi pembeli.
“Pemindahan pusat grosir perlu dilakukan, di Pasar Raya angkutan umum harus menjangkau dengan melewati kios – kios pedagang grosir, ” ujar Calon Wakil Wali Kota Padang Amasrul saat diskusi dengan pedagang, Kamis (19/09/2024).
Dikatakannya, sejak tidak adanya terminal angkutan umum di Pasar Raya. Kondisi pusat grosir di Pasar Raya sepi pembeli, apalagi sejak terminal angkutan antar kota antar propinsi (AKAP) di pindahkan dan dijadikan plaza Andalas.
“Di terminal type A yang baru perlu dibangun pusat grosir. Sebab, lalu lintas angkutan akan mudah untuk diakses oleh konsumen dan pedagang. Konsepnya terminal harus punya pusat grosir,” ujarnya.
Dijelaskannya, saat ini pusat grosir – grosir sudah pindah ke Bukittinggi. Pasalnya, terminal Aur Kuning Bukittinggi merupakan kawasan strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat yang ingin membeli kebutuhan di kios – kios pedagang grosir yang ada.
“Sekarang pusat grosir di Sumatera Barat pindah ke Bukittinggi, karena gampang dijangkau masyarakat dan memiliki akses yang mudah,” ujarnya.
Dituturkan Amasrul, jika masyarakat memberikan amanah kepada pasangan Iqbal dan Amasrul, maka salah satu yang akan menjadi program kerja yakni menghidupkan kembali pusat – pusat grosir di Pasar Raya Padang.
“Kita bisa buat rute transpadang untuk memasuki pusat grosir dengan membuat terminal – terminal kedatangannya, dengan terjangkaunya oleh transportasi umum, maka masyarakat akan kembali mencari kebutuhan di pusat grosir Pasar Raya Padang,” ujarnya.
