Mengenal Dr Muhammad Iqbal, Calon Wali Kota Padang: Berdedikasi Tinggi, Malang Melintang di Keorganisasian

Yulia Darma

Perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak segera dimulai, termasuk di Kota Padang. Calon-calon wali kota (cawako) mulai menyosialisasikan diri di Kota Padang. Salah seorang yang menarik perhatian adalah balon wako Dr Muhammad Iqbal dengan mengendarai motor berjaket jeans. Slogannya, ”Juru Bicara AMIN siap pulang ke Padang.”

Siapa Dr Iqbal? Selama pemilu, di berbagai media elektronik dan TV wajahnya selalui muncul, baik sebagai juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atau pun juru bicara pasangan AMIN. Dalam berbagai acara di TV Iqbal terlihat berbeda. Ia terlihat lebih matang dan percaya diri dan pembawaanya lugas, serta berani.

Perdebatannya selalu viral termasuk ketika berdebat dengan politisi Sumbar Andre Rosiade dan Fadlizon, Iqbal menjadi idola baru bagi pemilih AMIN khususnya anak-anak muda.

Iqbal lahir 25 September 1980 asli Pariaman, Ibunya Yusni Zainal Koto berasal dari Nagari Pilubang, Sungailimau Padangpariaman, Ayahnya Sidi Marjohan Chaniago berasal dari Dusun Mangur VII Koto Sungaisariak Padangpariaman. Jadi, sebagai orang Pariaman Iqbal memiliki nama lengkap Sidi Dr Muhammad Iqbal Koto

Sejak kecil ayahnya merantau di Medan Sumatera Utara, disanalah ia dilahirkan. Ayahnya bertugas sebagai ASN di Dinas Perdagangan Kabupaten Deliserdang dan ibunya berwirausaha mengelola sebuah rumah makan ”Bundo”.

Sidi Marjohan dikenal luas oleh perantau Minang di Kota Medan. Ayahnya aktif sebagai Ketua Umum Persatuan Perantau VII Koto, Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Minang dan Pimpinan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP). Sehingga, budaya Minang sangat melekat dalam diri Iqbal.

Ia memulai sekolah di TK Aisyiyah, SD Muhammadiyah 01, SMP Negeri 11 dan SMA Negeri 5 Medan. Tahun 1999, ia melanjutkan pendidikan S-1 Psikologi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus kurang lebih 3,6 tahun. Ia sempat bekerja sebagai staf pribadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan UIN Jakarta (Prof Dr Armai Arief).

Tahun 2004, Iqbal mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan S-2 (Master Social Science) dan S-3 (PhD) dalam bidang psikologi di School of Psychology and Human Development Universiti Kebangsaan Malaysia.

Sejak muda Iqbal adalah anak muda yang energi dan mandiri. Ia selalu tampil sebagai pemimpin organisasi politik kampus. Bahkan, sempat menjadi kandidat calon Presiden BEM UIN Jakarta, serta Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi Indonesia (IMAMUPSI)

Ketika kuliah di negeri jiran Malaysia, Iqbal dipercaya teman-temannya sebagai Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universiti Kebangsaan Malaysia (2005-2006) dan Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia 2007-2008.

Bahkan, tahun 2009 Iqbal menjadi perwakilan mahasiswa Indonesia di Malaysia yang mengikuti Konferensi Pelajar Indonesia di Sidney Australia cikal bakal terbentuknya PPI Dunia. Selama di luar negeri, Iqbal juga aktif memberikan advokasi dan pemberdayaan pekerja migran dengan memimpin organisasi Union Migrant (UNiMIG) Indonesia.

Organisasi ini memiliki cabang di Malaysia, Hongkong, Taiwan, Korsel dan Arab Saudi. Iqbal muda juga aktif mengikuti berbagai pendidikan singkat, baik di dalam maupun luar negeri. Tahun 2010, ia mendapat kesempatan belajar dan bekerja sebagai asisten peneliti melalui program Asian Graduate Students Fellowship, Asia Research Institut (ARI) National University of Singapore (NUS).(PDG)

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer