LUBUKBASUNG, BABARITO.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu berhentinya operasional salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat habisnya kontrak dengan PT Pertamina.
Seorang warga, Rizki, mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di pusat ibu kota Kabupaten Agam tersebut.
“Saya kesulitan mendapatkan Pertalite maupun Pertamax di Lubuk Basung,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, kelangkaan terjadi sejak Kamis (26/3/2026), setelah SPBU di wilayah itu tidak lagi beroperasi. BBM kini hanya tersedia di sejumlah pengecer dengan harga lebih tinggi, yakni sekitar Rp15 ribu per liter untuk Pertalite dan Rp18 ribu per liter untuk Pertamax.
SPBU terdekat berada di Manggopoh dengan jarak sekitar 6–8 kilometer. Namun, antrean kendaraan di lokasi tersebut cukup panjang.
“Kendaraan roda dua dan roda empat ramai mengantre untuk mengisi BBM,” katanya.
Ia berharap pemerintah dan PT Pertamina segera mengambil langkah agar pasokan BBM kembali normal.
Manager PT Gunung Sago Prima Lubuk Basung, Megi Parlin, menjelaskan SPBU berhenti beroperasi karena kontrak dengan PT Pertamina telah berakhir.
“Kontrak habis pada 23 Maret 2026 dan diberikan dispensasi hingga 25 Maret 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya tengah mengurus perpanjangan kontrak dengan melengkapi berbagai persyaratan. Saat ini sekitar 80 persen dokumen telah diselesaikan.
Dua dokumen yang masih dalam proses adalah sertifikat laik fungsi dan izin lingkungan UKL-UPL.
Menurut Megi, proses perizinan sempat terkendala pengalihan hak kepemilikan setelah pemilik sebelumnya meninggal dunia, sementara ahli waris berada di luar negeri. Proses tersebut baru rampung pada Maret 2026.
Ia memperkirakan operasional SPBU dapat kembali normal dalam waktu sekitar tiga bulan setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
“Sementara waktu, tenaga kerja dirumahkan,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Budi Perwira Negara, mengatakan pihaknya telah memanggil manajemen SPBU terkait persoalan tersebut.
“Proses perpanjangan kontrak dengan Pertamina sedang berjalan,” ujarnya.
Untuk mengatasi kelangkaan, pemerintah daerah mengoptimalkan pasokan BBM dari SPBU terdekat, seperti di Manggopoh, Ampek Nagari, dan Maninjau. (babarito/ant)

