LUBUKBASUNG, BABARITO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 62 kejadian bencana alam terjadi di wilayah tersebut selama periode Januari hingga April 2026.
“Sebanyak 62 bencana alam itu berupa tanah longsor, banjir bandang, angin puting beliung, banjir, dan lainnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam BPBD Kabupaten Agam Rahmat Lasmono didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Senin.
Ia merinci, pada Januari terjadi 13 kejadian bencana yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Malalak, Tanjung Raya, Ampek Nagari, Lubuk Basung, Palupuh, Canduang, dan Ampek Angkek.
Pada Februari tercatat 26 kejadian, dengan dominasi di Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 14 kejadian, disusul Palembayan tujuh kejadian, serta beberapa kecamatan lainnya.
Sementara itu pada Maret terjadi lima kejadian di wilayah Tanjung Raya, Malalak, dan Palembayan.
Sedangkan pada April 2026 tercatat 18 kejadian yang tersebar di Ampek Koto, Tanjung Raya, Lubuk Basung, Tilatang Kamang, Palupuh, Canduang, Ampek Angkek, dan wilayah lainnya.
“Untuk Mei 2026 masih dalam proses pendataan dan belum dimasukkan ke laporan resmi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada April 2026 terdapat satu korban jiwa akibat tersambar petir serta tiga orang mengalami luka-luka saat berada di pondok sawah.
Sebelumnya, pada akhir November 2025, banjir bandang melanda Kabupaten Agam dan menyebabkan 165 orang meninggal dunia.
BPBD Agam mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai dan wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman saat curah hujan tinggi.
Selain itu, pengendara juga diminta lebih berhati-hati saat melintasi daerah rawan bencana. (babarito/rdr)

