Dampak Bencana 2025, Pemkab Agam Usulkan Rp2,75 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur

Adiyansyah Lubis

Kondisi jalan yang rusak di Agam dampak bencana melanda daerah itu pada akhir 2025. ANTARA/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, mengusulkan anggaran sebesar Rp2,75 triliun kepada pemerintah pusat untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pada 2026. Dana tersebut difokuskan untuk pemulihan kerusakan akibat bencana alam yang melanda daerah itu pada akhir 2025.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan usulan tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana,” kata Benni di Lubuk Basung, Kamis.

Ia merinci, anggaran itu akan dialokasikan untuk perbaikan dan peningkatan 166 ruas jalan, pembangunan 211 unit jembatan, serta 11 unit jembatan gantung yang tersebar di Kabupaten Agam.

Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi tersebut bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi.

Di sektor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Pemkab Agam juga mengusulkan perbaikan daerah irigasi pada 281 titik dan penanganan 152 sungai.

Program tersebut difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi jaringan irigasi, sekaligus pengendalian dan normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir dan dampak kerusakan akibat bencana.

Selain itu, anggaran juga diusulkan untuk peningkatan layanan dasar masyarakat, seperti pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah perkotaan dan perdesaan, pembangunan tangki septik skala perdesaan, rehabilitasi bangunan gedung, perbaikan drainase, hingga rehabilitasi jalan lingkungan.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan akses air minum layak dan sanitasi sehat, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata dan nyaman.

“Langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa mendatang,” ujarnya. (babarito/ant)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer