Harimau Sumatera Masuk Permukiman Agam, BKSDA Pasang Kandang Jebak

Adiyansyah Lubis

Ilustrasi harimau Sumatera. (Foto: Ist)

LUBUKBASUNG, BABARITO.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumatera Barat) memasang kandang jebak untuk mengevakuasi Harimau Sumatera yang berulang kali muncul di permukiman warga.

Kandang jebak dipasang di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, pada Minggu (3/5/2026). Proses ini melibatkan tim gabungan bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Salareh Aia, pemerintah nagari, serta masyarakat setempat.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan langkah evakuasi dilakukan karena satwa dilindungi tersebut sudah beberapa kali terlihat dan berinteraksi langsung dengan warga di Kecamatan Matur dan Palupuh.

“Evakuasi ini merupakan upaya terakhir setelah berbagai penanganan sebelumnya dilakukan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Selain sering muncul di sekitar permukiman, harimau tersebut juga dilaporkan memangsa ternak warga. Kondisi ini meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar, mengingat lokasi kemunculannya cukup dekat dengan pemukiman.

Jika harimau masuk ke dalam kandang jebak, petugas akan segera mengevakuasi dan membawanya ke lokasi rehabilitasi untuk observasi serta pemeriksaan kesehatan.

Sebelumnya, BKSDA Sumbar menerima laporan dari pemerintah nagari terkait pertemuan warga dengan harimau pada Sabtu (2/5/2026) pagi. Dua warga, Samsuir (74) dan Syafmiati (57), dilaporkan berpapasan langsung dengan satwa tersebut saat tiba di kebun mereka.

Tim gabungan kemudian mengevakuasi kedua warga serta seorang anggota keluarga lainnya ke lokasi aman.

Saat melakukan pemantauan lapangan, petugas juga sempat menemukan harimau dalam kondisi beristirahat selama sekitar 30 menit di area tersebut.

BKSDA Sumbar mengimbau masyarakat untuk sementara tidak beraktivitas di kebun sekitar lokasi pemasangan kandang jebak demi keselamatan. (babarito/rdr)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer