SAWAHLUNTO, BABARITO.COM – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memperkuat pengelolaan sampah melalui pendekatan edukasi perilaku untuk mendorong masyarakat memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.
Pendekatan ini didukung pendampingan Kementerian Lingkungan Hidup dalam penyusunan road map komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) pengelolaan sampah. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Sawahlunto, Maizir, mengatakan road map tersebut menjadi panduan strategis untuk membangun kesadaran masyarakat secara terukur dan berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada perubahan kebiasaan masyarakat sehari-hari,” kata Maizir, Selasa.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menekankan bahwa pendekatan edukasi perilaku menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar. Perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Tim Kementerian Lingkungan Hidup juga meninjau kesiapan sistem pengelolaan sampah di sejumlah titik, termasuk pasar, permukiman, dan tempat pemrosesan akhir, serta menilai efektivitas bank sampah.
“Pendekatan komunikasi publik menjadi kunci agar pesan pengelolaan sampah tersampaikan dan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat,” kata Riyanda.
Upaya ini diharapkan mendukung target nasional pengurangan sampah sekaligus memperkuat kualitas lingkungan hidup di daerah. (babarito/rdr)

