Meski Geopolitik Bergejolak, Pasokan Energi RI Tetap Terjaga

Adiyansyah Lubis

Petugas mengisi BBM Pertalite. (Foto: Ist)

JAKARTA, BABARITO.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan energi nasional, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga minyak mentah (crude), berada di atas standar minimum nasional.

Pernyataan itu disampaikan usai rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

“Saya melaporkan perkembangan energi nasional. Baik BBM, solar maupun bensin, seluruhnya berada di atas standar minimum nasional,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, ketahanan energi Indonesia tetap stabil meski menghadapi tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk di sekitar Selat Hormuz dalam dua bulan terakhir.

“Dalam hampir dua bulan terakhir, dinamika geopolitik di Timur Tengah tidak mengganggu pasokan domestik secara signifikan,” katanya.

Selain BBM, stok minyak mentah untuk kebutuhan kilang juga dipastikan aman dan berada di atas batas minimum.

Terkait liquefied petroleum gas (LPG), pemerintah tengah berupaya mengurangi ketergantungan impor. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 1,6–1,7 juta ton.

Bahlil menyebut Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG per tahun sejak program konversi minyak tanah diberlakukan. Keterbatasan bahan baku seperti propana (C3) dan butana (C4) menjadi kendala utama pengembangan industri LPG nasional.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah mengkaji sejumlah alternatif, termasuk konversi batu bara berkalori rendah menjadi dimethyl ether (DME) serta pemanfaatan compressed natural gas (CNG).

“Ini masih dalam pembahasan dan akan kami finalisasi sebagai salah satu langkah menuju kemandirian energi, khususnya di sektor LPG,” ujar Bahlil. (babarito/rdr)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer