PARIAMAN, BABARITO.COM – Pemerintah Kota Pariaman mencatat nilai investasi sektor properti atau perumahan di daerah itu pada 2025 mencapai Rp26,1 miliar. Angka tersebut meningkat Rp1,7 miliar dibandingkan 2024 yang sebesar Rp24,4 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan Tenaga Kerja Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit, mengatakan peningkatan tersebut didorong tingginya minat masyarakat terhadap rumah murah dan bersubsidi di kawasan perkotaan.
“Peningkatan terjadi karena masyarakat menginginkan rumah murah dan bersubsidi berada di perkotaan,” ujarnya di Pariaman, Sabtu.
Ia menjelaskan, masih tersedianya lahan di Pariaman menjadi daya tarik bagi investor untuk membangun perumahan. Selain itu, harga rumah yang ditawarkan relatif terjangkau karena mendapat subsidi pemerintah.
Menurutnya, membangun rumah secara mandiri dinilai lebih berat dari sisi biaya dibanding membeli rumah subsidi dari pengembang.
“Jika masyarakat membeli tanah dan membangun rumah sendiri, tentu terasa lebih berat,” katanya.
Empat kecamatan di Pariaman saat ini telah memiliki kawasan perumahan. Namun pada 2025, pembangunan paling banyak berlangsung di Kecamatan Pariaman Selatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, nilai investasi sektor perumahan di Pariaman terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat Rp17,6 miliar, naik menjadi Rp24,4 miliar pada 2024, dan kembali meningkat menjadi Rp26,1 miliar pada 2025.
Peminat rumah subsidi di Pariaman tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Kabupaten Padang Pariaman.
Secara keseluruhan, realisasi investasi di Pariaman sepanjang 2025 mencapai Rp53,8 miliar atau naik sekitar Rp3,3 miliar dibandingkan 2024 yang sebesar Rp50,5 miliar.
Capaian tersebut juga melampaui target 2025 sebesar Rp51 miliar atau lebih tinggi sekitar Rp2,8 miliar.
Gusniyetti menambahkan, investasi di Pariaman masih didominasi sektor usaha mikro dengan nilai di bawah Rp1 miliar. Meski demikian, investasi tersebut tetap mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. (babarito/ant)

