Harga Minyak Tembus 118 Dolar AS, Menkeu Pastikan APBN masih Aman

Adiyansyah Lubis

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. ANTARA/Imamatul Silfia/am.

JAKARTA, BABARITO.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberi waktu satu bulan untuk mengevaluasi potensi penyesuaian APBN akibat lonjakan harga minyak dunia.

“Saya akan evaluasi selama satu bulan ke depan dan melakukan penyesuaian seperlunya,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin. Lonjakan ini terjadi setelah harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel, level tertinggi sejak Juni 2022, jauh di atas rata-rata Januari 2026 sebesar 64 dolar AS per barel. Kenaikan harga minyak dipicu eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Meski demikian, Purbaya menilai rata-rata harga minyak masih di bawah kapasitas maksimal APBN dan dampaknya terhadap perekonomian domestik belum signifikan. “Penyesuaian yang dilakukan tidak akan mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Analisis Kemenkeu menunjukkan setiap kenaikan harga minyak Indonesia (ICP) 1 dolar AS per barel bisa menambah defisit hingga Rp6,8 triliun. Dalam APBN 2026, asumsi ICP berada di level 70 dolar AS per barel. Bila harga bertahan di 92 dolar AS per barel sepanjang tahun tanpa intervensi pemerintah, defisit bisa mencapai 3,7 persen terhadap PDB.

Purbaya menegaskan pemerintah akan melakukan langkah mitigasi agar tekanan harga minyak dunia tidak memperlebar defisit APBN. (babarito/ant)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer