PADANG, BABARITO.COM – Kemajuan teknologi dan budaya adalah keniscayaan di era modren. Anak bangsa yang tidak punya modal cukup akan menjadi korban kemajuan atau minimal gagap di saat derasnya arus globalisasi.
Kegelisahan inilah yang melatarbelakangi berdirinya Perguruan Islam Ar Risalah sejak 22 tahun lalu. Dibawah payung Yayasan Wakaf Ar Risalah, tim terus bergerak dinamis dan progresif. Mulai dari lembaga pendidikan tingkat SMP, MA, TK Qur’an, SD Qur’an dan terakhir STAI Ar Risalah Sumatera Barat.
Dalam kunjungan Asesmen Lapangan akreditasi Prodi S1 PAI STAI Ar Risalah Sumatera Barat, Guru Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fattah Palembang, Prof. Dr. Saipul An Nur, M.Pd memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan dan tim STAI Ar Risalah yang mampu menyiapkan stategi jitu menghadapi tantangan globalisasi lewat jalur pendidikan yang berbasif kearifan lokal yaitu sekolah berasrama atau pesantren.
Konsep sekolah berasrama adalah konsep ideal dalam menyiapkan anak bangsa mampu beradaptasi di dunia nyata. “Dengan nilai-nilai dasar karakter, anak didik punya modal untuk menjadi pemimpin yang punya idealisme dan kenegarawan, bukan sebagai pengikut apalagi korban kemajuan, tetapi penggerak dan pengelola kemajuan,” katanya.

H. Mulyadi Muslim, Lc., M.A. selaku ketua Dikti Yayasan Waqaf Ar Risalah yang juga Ketua Senat STAI Ar Risalah Sumatera Barat menyampaikan bahwa kekuatan yayasan ada pada konsep pengembangan lembaga berbasis wakaf dan cita-cita besar memajukan pendidikan Islam dengan pola asrama.
“Literasi wakaf terus kita kembangkan untuk keluarga besar yayasan dan terutama mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa. Bukti konkretnya, hari ini kita berada di rumah produksi Lumin Farms, usaha melon premium hidroponik yang merupakan hasil pengelolaan dari modal wakaf. Harapannya, Yayasan Wakaf Ar Risalah dan STAI Ar Risalah Sumatera Barat terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan karakter dan keberlanjutan dalam menghadapi tantangan globalisasi,” ungkapnya. (babarito)

