Manajemen Nagari Mart Bantah Terkait dengan Alfamart

editor

Direktur utama PT. Nagari Minang Sakato Nasirman Chan didampingi oleh Fakhrizal selaku Komisaris PT. Nagari Minang Sakato, saat konferensi pers, Kamis (10/6) membantah terkait dengan Alfamart.
Direktur utama PT. Nagari Minang Sakato Nasirman Chan didampingi oleh Fakhrizal selaku Komisaris PT. Nagari Minang Sakato, saat konferensi pers, Kamis (10/6) membantah terkait dengan Alfamart.

Padang, Babarito

Nagari Minang Sakato membantah tudingan bahwa minimarket Nagari Mart yang didirikan oleh perusahaan tersebut berafiliasi dengan Alfamart. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur utama PT. Nagari Minang Sakato Nasirman Chan didampingi oleh Fakhrizal selaku Komisaris PT. Nagari Minang Sakato, saat konferensi pers, Kamis (10/6).

“Tudingan itu tidak berdasar dan menduga-duga, bisa menjadi fitnah. Nagari Mart itu dimiliki oleh PT Nagari Minang Sakato. Seratus persen pemilik sahamnya orang putra daerah Pariaman,”ujar Nasirman Chan.

Nasirman menuturkan, pihaknya telah memiliki legalitas dan mengantongi izin pendirian Nagari Mart, mulai dari akta notaris, akta dari Kementerian Hukum dan HAM, dan sebagainya.

“Prinsip kerjanya adalah PT Nagari Minang Sakato melakukan kemitraan dengan masyarakat. Artinya, PT Nagari Minang Sakato tidak semuanya mengelola dan membeli ruko. Kita kelola dengan manajemen dan sistem,”ungkapnya.

Masyarakat yang ingin ikut terjun ke dunia usaha bisa bekerja sama dengan PT Nagari Minang Sakato. Pihaknya hanya menerima bayaran 20 persen dari manajemen untuk pengelolaan sistem teknologi di Nagari Mart. Keuntungan sisanya akan diambil oleh masyarakat yang ikut berinvestasi di Nagari Mart.

“Masyarakat yang memiliki tanah, dibangun (ruko). Masyarakat yang memiliki ruko, direnovasi sesuai model yang ditetapkan. Jadi, masyarakat yang punya ruko, kita yang manajemen. Kalau masyarakat misalnya punya ruko, tapi tidak sanggup menyediakan rak, meja, dan komputer, maka masyarakat lainnya bisa ikut berinvestasi di situ,”jelasnya.

Dilanjutkannya, konsep pendirian Nagari Mart adalah pemberdayaaan masyarakat atau “sato sakaki”. Bukan hanya masyarakat, komponen lainnya seperti lembaga pendidikan, koperasi, badan usaha milik nagari, dan sebagainya juga bisa ikut bergabung di Nagari Mart.

Jadi, tidak ada paksaan. Semua bisa berkolaborasi. Kita berusaha ini tidak bisa sendiri-sendiri. Kita butuh orang lain untuk saling bersinergi,” terangnya.

Dia heran dengan tudingan yang menyebutkan PT Nagari berafiliasi dengan Alfamart. Nagari Mart didirikan sesuai dengan perkembangan dunia usaha saat ini. Pihaknya pun membantah tudingan sebagian karyawan Nagari Mart berasal dari Alfamart Pekanbaru.

“Yang benar itu, pegawai kita magangkan, kita training-kan di situ, belajar dulu agar tahu bagaimana cara melayani orang, berkomunikasi. Karena kita usaha ini publik service-nya perlu. Apakah salahnya kita training-kan? Karena zaman hari ini dunia usaha telah maju. Kita harus menyesuaikan,”sebutnya.

Sementara, terkait tudingan yang menyebutkan bahwa ada barang-barang di Nagari Mart yang dipasok dari Alfamart Pekanbaru, Nasirwan mengatakan hal tersebut tidak ada larangan. Barang-barang yang dipasok di Nagari Mart bukan hanya dari sana, tapi juga dari vendor lainnya.

“Dalam memilih barang, asalkan harganya cocok, kan tidak ada larangan. Itu kan tidak merugikan. Sebagian kita beli dari sana. Sebagian lagi kita beli dari vendor lain. Jadi, dari banyak sumber. Ada juga yang dari Jakarta,”katanya.

Lebih lanjut, akibat adanya tudingan Nagari Mart berafiliasi dengan Alfamart, imej Nagari Mart di masyarakat pun jadi terganggu. Padahal, tujuannya mendirikan Nagari Mart adalah untuk membangun daerah.

“Sebagai tindak lanjut, kita akan lihat perkembangannya kedepan. Untuk saat ini, kita maafkan mereka dan tidak akan menempuh jalur hukum, dan menuntut terlalu berat. Namun meskipun imej sedikit terganggu, tapi belum berdampak terhadap Nagari Mart sendiri yang saat ini masih stabil,”tutupnya. (edt)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer