Temui Komisi I DPR RI, Gubernur Mahyeldi Paparkan Langkah Cepat Pemulihan Pascabencana Sumbar

Adiyansyah Lubis

Gubernur Mahyeldi memaparkan langkah cepat Pemprov Sumbar dalam menyiapkan perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. (Foto: Ist)

PADANG, BABARITO.COM – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memaparkan langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumbar dalam menyiapkan perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang melanda daerah itu pada November 2025 lalu.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat menyambut kunjungan kerja Komisi I DPR RI dalam rangka masa reses di Sumatera Barat.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Sapta Marga Kodam I Bukit Barisan, Jumat (6/3), menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan DPR RI untuk saling bertukar informasi terkait kondisi di daerah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Mahyeldi menjelaskan, sejak awal bencana terjadi, Pemerintah Provinsi Sumbar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat menyiapkan dokumen perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).

“Alhamdulillah saat menghadapi musibah bencana pada November 2025 lalu, kami bersama Forkopimda Sumatera Barat dapat bergerak kompak sehingga penyiapan R3P bisa dilakukan dengan cepat,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai kekompakan dan koordinasi intensif antar unsur pemerintah menjadi kunci utama dalam mempercepat proses perencanaan tersebut. Pemerintah daerah bahkan menyiapkan sistem dashboard perencanaan berbasis satu data guna memastikan seluruh proses berjalan terintegrasi.

“Kami memiliki dashboard satu data perencanaan di Sumbar. Koordinasi juga kami lakukan secara intens, bahkan rapat bisa berlangsung dua kali sehari, pagi dan malam, agar proses perencanaan berjalan lebih cepat dan terarah,” katanya.

Dengan langkah tersebut, penyusunan dokumen R3P dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilaksanakan.

Pemerintah Provinsi Sumbar juga berharap dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di wilayah terdampak bencana.

“Kita berharap dukungan dana sebesar Rp21,4 triliun dari pemerintah pusat dapat membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi.

Ia juga menyampaikan, dalam rapat bersama Ketua Satgas dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, disampaikan bahwa TKD yang sebelumnya direferensikan di tingkat pusat secara bertahap akan dikembalikan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan berbagai informasi yang dipaparkan pemerintah daerah menjadi gambaran penting bagi DPR RI untuk melihat kondisi di daerah secara langsung.

Menurutnya, kunjungan kerja pada masa reses menjadi kesempatan bagi anggota DPR untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat serta memahami berbagai tantangan yang dihadapi daerah, termasuk dalam penanganan bencana.

Dave juga menyinggung perubahan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang dinilai menjadi tonggak penting dalam reformasi pertahanan nasional.

Ia menyebut perubahan tersebut membawa konsekuensi strategis dalam penataan organisasi, penguatan profesionalisme prajurit, serta peningkatan kemampuan menghadapi berbagai ancaman di era modern.

Selain ancaman militer, Dave menilai tantangan nonmiliter seperti bencana alam juga perlu mendapat perhatian serius dalam sistem pertahanan negara.

Ia berharap hasil kunjungan kerja tersebut dapat menjadi bahan bagi DPR RI dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan daerah dalam pembahasan kebijakan di tingkat nasional. (babarito/ant)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer