JAKARTA, BABARITO.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) menyetujui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, setelah Bupati Tanah Datar Eka Putra memaparkan langsung rencana proyek tersebut di Jakarta.
“Sudah disetujui,” kata Eka Putra saat dihubungi, Rabu.
Menurutnya, Kemensos mengapresiasi kesiapan lahan seluas 9,5 hektare yang dihibahkan untuk pembangunan sekolah tersebut. Lahan itu berasal dari keluarga besar Dony Oskaria dan diserahkan kepada pemerintah daerah.
Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, seperti dikutip bupati, menyebut hibah tersebut sebagai salah satu yang terbesar dalam program Sekolah Rakyat di Indonesia.
Sekolah Rakyat itu akan dibangun di Jorong Duo Baleh Koto dan Koto Gadih, Kecamatan Tanjung Baru, dan ditargetkan mulai konstruksi pada 2026.
Eka menyebut dalam pemaparan di Kemensos, banyak daerah yang mengajukan program serupa. Namun, Tanah Datar menjadi salah satu yang disetujui untuk tahap pembangunan tahun ini.
Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran Rp250–300 miliar. Selain memperluas akses pendidikan, pembangunan sekolah diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanjung Alam dan kawasan sekitarnya.
Usai pertemuan di Kemensos, Eka juga menemui Dony Oskaria di Jakarta untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan hibah lahan.
Dony berharap Sekolah Rakyat itu nantinya mampu menampung hingga 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA, khususnya anak-anak dari keluarga rentan miskin, miskin, dan miskin ekstrem.
“Ini untuk memutus rantai kemiskinan agar anak-anak dari kelompok rentan bisa bersekolah seperti yang lain. Negara harus hadir untuk anak bangsa,” ujarnya.
Selain sekolah, Dony juga berencana membangun ulang masjid, pasar, serta kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) di kampung halamannya.
Berdasarkan data per Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan tambahan 104 titik baru yang sedang dibangun atau dipersiapkan, dengan sasaran total 500 Sekolah Rakyat hingga 2029.
Sekolah Rakyat dirancang dengan fasilitas asrama, rumah ibadah, lapangan olahraga, klinik, akses air bersih, jalan memadai, dan sarana penunjang lainnya. Seluruh siswa yang diterima tidak dipungut biaya.
Program ini menjadi bagian dari tiga fokus utama pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan penguatan sumber daya manusia. (babarito/ant)

