PADANG, BABARITO.COM – Puluhan jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Senin (25/5). Pelaksanaan hari raya tersebut lebih awal dibandingkan jadwal yang ditetapkan pemerintah.
Salat Idul Adha digelar di Masjid Lubuk Sarik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Sejak pagi, para jemaah mulai berdatangan untuk mengikuti ibadah secara berjemaah.
Sebelum salat dimulai, gema takbir berkumandang dari dalam masjid. Suasana khidmat tampak saat jemaah bersiap melaksanakan Salat Id.
Salat Idul Adha dua rakaat itu dipimpin langsung oleh imam Tarekat Naqsabandiyah setempat. Setelah salat, jemaah mendengarkan khutbah Idul Adha yang berisi ajakan memperkuat keimanan dan menjaga persaudaraan antarumat.
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Lubuk Kilangan merayakan Idul Adha sesuai keyakinan dan pedoman yang mereka jalankan selama ini.
Penentuan 10 Zulhijah dilakukan menggunakan metode hisab dan rukyat berdasarkan Kitab Munjid yang diwariskan secara turun-temurun.
Metode tersebut telah digunakan para pengikut tarekat sejak ratusan tahun lalu dan tetap dipertahankan hingga kini sebagai pedoman penentuan hari besar Islam.
Meski merayakan Idul Adha lebih awal dari pemerintah, para jemaah tetap menghormati perbedaan penetapan hari raya di tengah masyarakat.
Sementara itu, jemaah Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh dijadwalkan melaksanakan Salat Idul Adha pada Selasa (26/5) sesuai hasil perhitungan masing-masing.
Untuk penyembelihan hewan kurban di Masjid Lubuk Sarik dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang. Panitia kurban juga telah menyiapkan sejumlah hewan untuk disembelih.
Imam Tarekat Naqsabandiyah, Syahrial, mengatakan penetapan Idul Adha dilakukan berdasarkan perhitungan hisab dan rukyat yang telah menjadi pedoman jemaah sejak lama.
“Ajaran ini diwariskan para ulama terdahulu dan terus dijaga oleh para pengikut tarekat hingga saat ini,” ujarnya. (babarito/rangkiangsumbar)

