PARITMALINTANG, BABARITO.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, pada 2026 dengan nilai anggaran Rp70 miliar guna memperluas jangkauan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir utara.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, di Parik Malintang, Sabtu, mengatakan pembangunan fisik ditargetkan mulai setelah Lebaran atau paling lambat April 2026.
“Insya Allah setelah Lebaran atau selambat-lambatnya April, pembangunan RSUD Tipe D di Pilubang ini bisa segera dimulai. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar rencana ini berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan RSUD tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Sungai Limau dan sekitarnya.
Rumah sakit itu nantinya menjadi rujukan bagi Puskesmas Batu Basa, Sungai Garinggiang, Batang Gasan, Sungai Limau, Kampung Dalam, serta fasilitas kesehatan lainnya di wilayah utara Kabupaten Padang Pariaman.
Menurutnya, kehadiran RSUD tersebut akan memangkas jarak tempuh warga yang selama ini harus menuju RSUD di Parik Malintang maupun ke Kota Pariaman untuk mendapatkan layanan lanjutan dan perawatan intensif.
“Kondisi itu tentu berdampak pada keselamatan pasien dalam situasi mendesak, serta menyulitkan keluarga untuk kontrol maupun membesuk. Selain itu, warga juga harus mengeluarkan biaya transportasi lebih besar,” katanya.
Pada tahap awal, RSUD Tipe D tersebut direncanakan memiliki kapasitas minimal 50 tempat tidur sesuai standar klasifikasi. Fasilitas itu akan berfungsi sebagai pusat rujukan bagi sejumlah puskesmas di wilayah sekitar.
Pemkab Padang Pariaman telah menyiapkan lahan seluas 1,8 hektare. Tahap awal konstruksi difokuskan pada pembangunan gedung utama seluas sekitar 4.000 meter persegi, sementara sisa lahan akan dimanfaatkan secara bertahap untuk fasilitas penunjang seperti area parkir dan sarana pendukung lainnya.
Pemerintah daerah menargetkan proses konstruksi fisik rampung dalam waktu delapan bulan. Jika sesuai jadwal, RSUD tersebut diproyeksikan selesai pada akhir 2026 dan mulai beroperasi pada awal 2027.
Dana pembangunan RSUD itu bersumber dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, yang merupakan badan usaha milik negara di bawah Kementerian Keuangan RI dan berfokus mendukung percepatan serta pemerataan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Pembangunan ini diharapkan menjadi pilar penting dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan yang cepat, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. (babarito/ant)

