Pemko Padang Gunakan Barcode untuk Pembagian Daging Kurban ASN

Adiyansyah Lubis

Ilustrasi daging kurban. (Foto: Ist)

PADANG, BABARITO.COM – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, kembali menerapkan sistem pembagian daging kurban bagi aparatur sipil negara (ASN) menggunakan mekanisme pindai kode batang atau barcode pada Idul Adha 1447 Hijriah.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Padang Didi Aryadi mengatakan penggunaan sistem barcode bertujuan memastikan pembagian daging kurban berjalan lebih rapi, cepat, dan transparan.

“Tahun ini Pemko Padang kembali mengandalkan sistem barcode untuk memastikan pembagian daging kurban bagi ASN berjalan rapi, cepat, dan transparan,” kata Didi di Kota Padang, Kamis.

Ia menjelaskan, setiap peserta kurban akan mendapatkan satu kode batang yang dipindai petugas menggunakan gawai saat pengambilan daging.

Setelah dipindai, peserta akan menerima 1,5 kilogram daging kurban. Sistem secara otomatis akan mengunci kode batang sehingga tidak dapat digunakan kembali.

Menurut Didi, sistem digital ini diterapkan kembali setelah pada 2025 dinilai berhasil mengurangi antrean panjang serta mencegah klaim kupon ganda.

“Penggunaan barcode ini sudah dimulai sejak tahun lalu dan terbukti efektif, sehingga kembali diterapkan tahun ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum sistem digital digunakan, panitia kerap menghadapi masalah penggandaan kupon fisik oleh oknum tertentu.

Selain itu, penumpukan massa di Rumah Potong Hewan (RPH) juga sering menyebabkan kemacetan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Sementara itu, salah seorang ASN Kota Padang, Zul Asfi Lubis, menyambut baik penerapan kembali sistem barcode tersebut.

“Dulu sebelum pakai kode batang, pengambilan daging kurban menumpuk di satu titik dan kawasan RPH sampai macet total,” ujarnya. (babarito/rdr)

Related Post

1 thought on “Pemko Padang Gunakan Barcode untuk Pembagian Daging Kurban ASN”

  1. Pingback: Penderita Hipertensi Aman Konsumsi Daging Kurban, Ini Syaratnya - BABARITO

Leave a Comment

Ads - Before Footer