PADANG – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Sumatera Barat yang bertemakan “Berkolaborasi dan Berinovasi, Mengokohkan Pendidikan Islam, Melahirkan Generasi Madani Sumatera Barat” berlangsung khidmat dan sukses. Kegiatan yang digelar di Hotel Rocky Padang pada 15-16 November 2025 ini diikuti sekitar 500 peserta, terdiri dari kepala sekolah, pengurus yayasan, guru-guru SIT, tokoh pendidikan, serta perwakilan sekolah Islam terpadu dari 18 kabupaten/kota.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan resmi yang dihadiri oleh Ketua JSIT Indonesia, Gubernur Sumatera Barat, para tamu undangan, serta delegasi sekolah Islam terpadu dari berbagai daerah. Pembukaan turut dimeriahkan dengan rangkaian seni Minangkabau seperti tari gandang tasa, silek gelombang, dan pasambahan sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Selain itu juga terdapat Seminar Nasional bertema “Membangun Ekosistem Pendidikan Islam Modern Menuju Generasi Berkarakter, Cerdas, dan Berbudaya Saing,” yang menghadirkan Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si sebagai narasumber.
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., yang hadir memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan SIT di Sumbar. Ia menargetkan agar setiap kecamatan di Sumatera Barat memiliki minimal satu sekolah Islam terpadu. Menurutnya, penyebaran SIT yang merata akan menghadirkan generasi berkualitas. Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga DPRD, kata Mahyeldi, siap bersinergi untuk mempercepat pembangunan SIT agar semakin banyak sekolah Islam terpadu berdiri di Sumatera Barat.
Ketua Umum JSIT Indonesia, Ahmad Fikri, M.Pd., NLP, dalam pemaparannya menjelaskan perkembangan JSIT secara nasional yang kini telah tergabung 2.760 sekolah Islam terpadu mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. Dari jumlah tersebut, tercatat 1.015 TK IT, 1.061 SD IT, 510 SMP IT, dan 174 SMA IT dengan total murid mencapai lebih dari 537 ribu siswa dan didukung 53.683 guru di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa seluruh SIT yang tergabung dalam JSIT menerapkan kurikulum standar yang sama sehingga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kuat secara karakter dan kompetensi.
Ketua PW JSIT Sumbar, Muhajir, SH, MH, menegaskan bahwa Muswil ke-6 ini merupakan ajang konsolidasi penting bagi sekolah-sekolah Islam terpadu di Sumbar. Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat 24 TK IT, 69 SD IT, 21 SMP IT, dan 3 SMA IT yang tergabung dalam JSIT Sumbar. Muhajir berharap pengurus yang terpilih nanti mampu membawa JSIT semakin berkembang, memperluas pembinaan, serta mendorong lebih banyak sekolah masuk ke dalam jaringan SIT.
Puncak kegiatan ditandai dengan pemilihan dan penetapkan pengurus wilayah JSIT Sumbar Periode 2025–2029. Dalam sidang formatur, M. Habibi Adi Cipto, S.E., M.E. terpilih sebagai Ketua JSIT Indonesia Wilayah Sumatera Barat. Penetapan ketua baru ini diharapkan menjadi energi baru bagi JSIT Sumbar dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam terpadu serta memperluas jejaring kemitraan strategis.
Selain pelantikan pengurus, Muswil ke-6 ini juga memperkuat sinergi antarsekolah, konsolidasi kelembagaan, serta penyusunan visi strategis JSIT Sumbar untuk lima tahun ke depan. JSIT berharap hasil-hasil Muswil dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sekolah Islam terpadu di seluruh Sumatera Barat.

