JAKARTA, BABARITO.COM – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa aktivitas penjualan UMKM di Sumatera Utara dan Sumatera Barat secara umum telah kembali relatif normal.
Hal tersebut tercermin dari tingginya transaksi daring melalui kanal khusus e-commerce yang difasilitasi pemerintah dalam program “UMKM Sumatera Bangkit”.
Dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Jakarta, Rabu, Maman menjelaskan Kementerian UMKM bersama mitra platform digital menginisiasi laman khusus untuk memasarkan produk UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna mendorong pemulihan ekonomi daerah.
Sejak 22 Januari hingga 11 Februari 2026, tercatat sekitar 3,5 juta transaksi melalui laman tersebut dengan melibatkan 2.059 UMKM dan 2.128 produk.
Dari jumlah tersebut, Sumatera Barat mencatat sekitar 2 juta transaksi, sementara Sumatera Utara sekitar 1,3 juta transaksi. Adapun Aceh mencatat sekitar 16.000 transaksi.
“Dari aktivitas transaksi di tiga provinsi ini menunjukkan bahwa kondisi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara sudah relatif normal. Namun, untuk Aceh masih perlu ekstra effort,” ujar Maman.
Ia menjelaskan, aktivitas operasional di Aceh baru berjalan sekitar 66 persen, sehingga berdampak pada jumlah transaksi. Meski demikian, jumlah produk yang dipasarkan dari Aceh tergolong tinggi, menunjukkan produktivitas dan partisipasi pelaku UMKM tetap meningkat.
Produk yang dipasarkan mencakup pakaian, makanan, kerajinan tangan, perlengkapan mandi, hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Program “UMKM Sumatera Bangkit” dihadirkan melalui fitur landing page khusus di sejumlah platform e-commerce, yakni Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada. (babarito/ant)

