Dony Oskaria Ingatkan Ancaman Pemiskinan di Sumbar, Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Inflasi Harus jadi Cambuk Kebangkitan

Adiyansyah Lubis

Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Ist)

BATUSANGKAR, BABARITO.COM – Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan kondisi ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemimpin daerah.

Dalam sambutannya pada kegiatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Rambatan, Tanah Datar, Dony menyoroti pertumbuhan ekonomi Sumbar yang berada di bawah angka inflasi.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi sekitar 3,5 persen, sementara inflasi mencapai 6 persen. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan pemiskinan masyarakat secara berkelanjutan karena daya beli terus tergerus.

“Kalau pertumbuhan ekonomi di bawah inflasi, itu artinya terjadi pemiskinan setiap tahun. Pendapatan masyarakat naik sedikit, tapi biaya hidup naik lebih besar. Secara logika ini pemiskinan massal,” ujarnya.

Daya Saing Sumbar Dinilai Melemah

Dony menilai kondisi ini harus menjadi cambuk bagi pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan ekonomi.

Ia mengingatkan, Sumatera Barat pernah menjadi salah satu daerah dengan kinerja ekonomi terbaik di Sumatera. Namun kini, sejumlah provinsi lain dinilai tumbuh lebih cepat.

Bahkan, beberapa kantor wilayah bank BUMN yang sebelumnya berkedudukan di Sumbar disebut telah berpindah ke daerah lain seperti Pekanbaru karena pertumbuhan ekonomi yang lebih menjanjikan.

“Ini realita yang harus kita akui agar kita bisa bangkit,” katanya.

Soroti Stunting dan Narkoba

Selain ekonomi, Dony juga menyoroti tingginya angka stunting dan peredaran narkoba yang dinilai mengancam kualitas generasi muda.

Menurutnya, mustahil sebuah daerah bisa maju jika pembangunan sumber daya manusia terganggu oleh persoalan kesehatan dan penyalahgunaan narkotika.

“Kita ingin daerah maju, tapi generasi kita stunting tinggi dan narkoba mengkhawatirkan. Ini harus diberantas,” tegasnya.

Huntap Harus Jadi Pengungkit Ekonomi

Dony menekankan pembangunan hunian tetap di Tanah Datar tidak boleh dipandang sekadar proyek perumahan, tetapi harus menjadi bagian dari strategi besar menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ia berharap kawasan huntap dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru melalui sektor pertanian, peternakan, usaha kecil, serta penguatan pendidikan.

“Hunian tetap ini harus menjadi simbol kebangkitan. Bukan hanya tempat tinggal, tapi pengungkit ekonomi dan pembangunan manusia,” ujarnya.

Dony optimistis, dengan kolaborasi pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, dan masyarakat, Sumatera Barat dapat kembali menjadi daerah yang maju dan kompetitif.

“Kalau pertumbuhan ekonomi tidak lebih tinggi dari inflasi, masyarakat akan semakin miskin. Ini harus jadi cambuk bagi kita semua,” katanya. (babarito)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer