JAKARTA, BABARITO.COM – Badan Amil Zakat Nasional resmi mengoperasikan empat unit tenda sekolah bagi anak-anak pengungsi di wilayah Az-Zawayda, Gaza Tengah, Palestina. Program ini merupakan respons atas hancurnya fasilitas pendidikan akibat konflik berkepanjangan.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan kehadiran tenda sekolah tersebut merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam mendukung masa depan anak-anak Palestina.
“Kami memahami bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dalam situasi perang. Tenda-tenda ini menjadi simbol harapan agar anak-anak Gaza tetap memiliki akses pendidikan,” ujar Sodik dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Tenda sekolah yang dibangun di dekat Kamp Ard Az-Zaitoun itu mampu menampung sekitar 550 hingga 600 siswa, baik laki-laki maupun perempuan.
Fasilitas ini menerapkan pendidikan formal dengan kurikulum Palestina untuk menjaga kualitas pembelajaran di tengah keterbatasan.
Selain pelajaran akademik, sekolah darurat ini juga menyediakan kelas tambahan berupa pendidikan agama dan hafalan Al Quran, yang telah diikuti sekitar 100 peserta.
Baznas memastikan operasional sekolah terus diawasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para pengungsi di Az-Zawayda dan sekitarnya.
Pengawasan dilakukan bersama mitra lokal Darul Quran Alkarim Wassunah untuk memastikan distribusi bantuan dan proses belajar berjalan lancar.
Untuk efektivitas pembelajaran, kegiatan belajar dibagi menjadi empat sesi berdasarkan gender dan jenjang pendidikan dari SD hingga SMP.
Pembagian ini dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas empat unit tenda yang tersedia di lokasi pengungsian.
Sodik juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan doa dan dukungan bagi keberlanjutan pendidikan anak-anak Gaza. (babarito/rdr)

