JAKARTA, BABARITO.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau dan memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza setelah dicegat pasukan Israel di perairan Laut Mediterania.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif guna memastikan keselamatan serta mempercepat proses pemulangan WNI yang terdampak.
“Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan pemulangan mereka,” ujarnya di Jakarta, Senin.
Menurut Yvonne, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan dicegat pasukan Israel di perairan dekat Siprus, wilayah timur Laut Mediterania. Beberapa kapal yang disebut antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Ia mengungkapkan, di kapal Josef terdapat WNI bernama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI)-Rumah Zakat.
Kemlu juga masih berupaya memastikan kondisi kapal lain yang membawa jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang hingga kini belum sepenuhnya terkonfirmasi kondisinya di lapangan.
“Kemlu RI terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI,” kata Yvonne.
Pemerintah Indonesia menyatakan telah menyiapkan langkah kontingensi, termasuk perlindungan dan percepatan pemulangan apabila diperlukan.
Ia menegaskan bahwa perlindungan WNI menjadi prioritas utama pemerintah di tengah situasi yang berkembang cepat.
Selain itu, Indonesia juga mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.
Sebelumnya, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyebut sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, terdampak intersepsi terhadap armada Global Sumud Flotilla.
Intersepsi tersebut dilaporkan terjadi di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza. (babarito/rdr)

