Ekspor Beras Haji, Indonesia Kirim 2.280 Ton ke Tanah Suci

Adiyansyah Lubis

Ilustrasi beras. (Foto: Ist)

JAKARTA, BABARITO.COM – Pemerintah Indonesia resmi melepas ekspor perdana 2.280 ton beras premium BeFood Nusantara ke Arab Saudi pada Rabu (4/3/2026) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah.

Pengiriman dilakukan melalui Kawasan Pergudangan Perum Bulog di Sunter Timur, Jakarta, menjadi tonggak baru dalam ekosistem ekonomi haji nasional dengan menghadirkan cita rasa nasi lokal berkualitas tinggi bagi jemaah di Tanah Suci.

Ekspor ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Badan Pangan Nasional, serta Perum Bulog. Langkah ini bertujuan agar jemaah haji Indonesia tidak lagi mengonsumsi beras non-Indonesia yang teksturnya berbeda dengan preferensi lidah masyarakat tanah air.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Efendi, menyebut momen ini sebagai pencapaian yang dinantikan bertahun-tahun.

“Alhamdulillah ini pecah telur. Selama ini jemaah kita makan beras non-Indonesia yang mungkin beda lidahnya. Masyarakat kita berasal dari berbagai daerah dan tidak terbiasa makan beras basmati,” ujarnya.

Perum Bulog menegaskan beras yang dikirim termasuk kategori super premium, diproses dari panen terbaru petani Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Produksi melibatkan empat fasilitas pengolahan besar, termasuk pabrik di Mojokerto, Jawa Timur, serta Karawang, Subang, dan Serang.

“Beras yang kami olah ini berasal dari panen baru, bukan stok lama di gudang. Setelah dipanen dikeringkan dan langsung diolah menjadi beras premium dengan pecahan hanya 4 persen,” ujar Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ekspor ini membuktikan ketahanan stok pangan nasional, yang mencapai 3,7 juta ton per Maret 2026 – stok terbesar sepanjang sejarah untuk bulan Maret.

“Ini aksi nyata, bukan ilusi. Ekspor pertanian di bawah komando Presiden RI naik signifikan, dari 30 persen hingga 44 persen,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Haris mengapresiasi terciptanya pasar potensial bagi produk pertanian Indonesia, sementara Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri berharap langkah ini menjadi terobosan untuk memperkenalkan kualitas beras Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Arab Saudi. (babarito)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer