JAKARTA, BABARITO.COM – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja dari rumah (work from home/WFH) agar tetap menjaga profesionalitas.
Wihaji menegaskan kebijakan WFH diterapkan sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global, khususnya untuk efisiensi energi.
“Sebagai langkah adaptif, Kemendukbangga/BKKBN mendukung WFH setiap hari Jumat. Namun, pelaksanaannya harus tetap profesional, pegawai siaga selama jam kerja, dan berada dalam radius maksimal 50 meter dari tempat tinggal,” ujarnya, Rabu.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya memberikan fleksibilitas kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap efisiensi penggunaan sumber daya. “Dengan WFH, efisiensi bahan bakar minyak (BBM) bisa mencapai sekitar 68.000 liter per hari,” kata Wihaji.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat monitoring dan evaluasi untuk memastikan program prioritas tetap berjalan optimal, adaptif, dan responsif di tengah tantangan global.
Sementara itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengingatkan seluruh instansi pusat dan daerah untuk mematuhi kebijakan WFH setiap hari Jumat. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi Pegawai ASN.
Kementerian Dalam Negeri juga menerbitkan surat edaran terkait transformasi budaya kerja ASN yang mengatur pelaksanaan WFH pada hari Jumat. Kedua kebijakan mulai efektif diterapkan pekan ini setelah tertunda karena bertepatan dengan hari libur.
Meski tidak memuat sanksi tegas, KemenPAN-RB menegaskan masih memungkinkan untuk memberikan surat peringatan bagi instansi yang tidak mematuhi ketentuan WFH. (babarito/rdr)

