Pemerintah Kebutan Huntara, Pengungsi Pascabencana di Sumatera Berkurang Drastis

Adiyansyah Lubis

Huntara penyintas benana di Kayu Pasak, Kabupaten Agam. (Foto: Ist)

JAKARTA, BABARITO.COM – Jumlah pengungsi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan tren penurunan signifikan sejak awal Ramadhan.

Berdasarkan laporan harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, pada awal Ramadhan atau 20 Februari 2026 jumlah pengungsi tercatat sebanyak 12.994 jiwa. Rinciannya, 12.144 jiwa berada di Aceh dan 850 jiwa di Sumatera Utara. Sementara itu, Sumatera Barat sudah tidak memiliki pengungsi yang tinggal di tenda.

Seiring percepatan penanganan di lapangan, jumlah pengungsi terus menurun. Data terbaru pada Kamis (5/3) pagi menunjukkan jumlah pengungsi tersisa 6.873 jiwa, dengan rincian 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumatera Utara.

Dengan demikian, dalam waktu kurang dari dua pekan jumlah pengungsi berkurang sebanyak 6.121 jiwa atau sekitar 47,1 persen dari kondisi awal Ramadhan.

Penurunan jumlah pengungsi di tenda sejalan dengan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga provinsi terdampak. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, dari total rencana pembangunan 18.309 unit huntara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga 4 Maret 2026 telah selesai dibangun sebanyak 12.279 unit atau sekitar 67 persen.

Selain itu, pembangunan hunian tetap (huntap) juga mulai berjalan. Dari total rencana 36.669 unit huntap di tiga provinsi tersebut, saat ini sebanyak 1.363 unit dalam tahap pembangunan dan enam unit telah selesai.

Di sisi lain, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah terealisasi sepenuhnya. Dari total 10.783 penerima di tiga provinsi, seluruhnya telah menerima transfer dana ke rekening masing-masing.

Sementara itu, Kementerian Sosial Republik Indonesia tengah memproses penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 175.211 jiwa atau 47.686 kepala keluarga di 37 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak, dengan total anggaran mencapai Rp236,53 miliar.

Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan percepatan relokasi pengungsi menjadi prioritas dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Target tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi tingkat menteri di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta pada 27 Februari 2026.

“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tetapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan,” kata Tito. (babarito/ant)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer