Kurban 2026: Baznas Dorong Dampak Ekonomi untuk Umat

Adiyansyah Lubis

Ilustrasi hewan kurban / Foto: Pexels.com/Moaz Tobok

JAKARTA, BABARITO.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat strategi layanan kurban tahun ini untuk memastikan distribusi yang lebih luas serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa pelaksanaan kurban harus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi umat sebagai fondasi kemajuan bangsa.

“Maka kita ingin membangun visi baru. Visi baru beragama adalah membangun ekonomi umat itu harus seserius ketika berpolitik, menyelenggarakan haji, membangun masjid, sekolah, pesantren, dan rumah sakit,” ujarnya di Jakarta, Senin.

Ia menyebut Baznas akan fokus pada tiga aspek utama, yakni penguatan penghimpunan dana umat, pendayagunaan yang adil dan berdampak, serta percepatan digitalisasi layanan secara terpadu.

Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menambahkan bahwa layanan kurban harus mengandung nilai spiritual, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Ia menekankan pentingnya penguatan pesan keagamaan yang mencakup dimensi spiritual, sosial, dan filosofis dalam setiap kegiatan kurban.

“Fundraising kurban perlu kembali menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat dengan menyampaikan makna keagamaan, filosofis, dan sosial secara utuh,” katanya.

Rizaludin juga mendorong digitalisasi layanan kurban, termasuk perluasan kanal pembayaran, peningkatan kualitas komunikasi, serta transparansi pelaporan kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Abu Rokhmad menekankan pentingnya sinergi antara lembaga amil zakat (LAZ) dan penyuluh agama untuk memperluas jangkauan layanan kurban.

“Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat syiar kurban agar memberi dampak sosial lebih luas bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.

Sebelumnya, Baznas RI menargetkan penyembelihan satu juta hewan setara domba atau kambing pada Idul Adha 1447 H/2026 dengan nilai ekonomi mencapai Rp2,5 triliun secara nasional.

Target tersebut meningkat dari realisasi 2025 yang mencapai Rp2,3 triliun atau setara 790.554 hewan kurban yang dikelola Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Secara total, nilai kurban nasional pada 2025 mencapai Rp21,1 triliun termasuk partisipasi masyarakat secara swadaya. (babarito/rdr)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer