Kemlu RI Tegaskan Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza Ditunda, Pembahasan BoP Ditangguhkan

Adiyansyah Lubis

Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL melempar baret mereka ke atas usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). (ANTARAFOTO/Didik Suhartono/bar)

JAKARTA, BABARITO.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza ditunda, dan segala pembahasan terkait Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) ditangguhkan sementara.

Juru Bicara Kemlu, Nabyl A. Mulachela, mengatakan penundaan ini menanggapi laporan rencana pengerahan pasukan internasional di Jalur Gaza yang dikabarkan akan dimulai pada Mei 2026. “Pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza saat ini ditunda, dan pembahasan BoP masih on hold,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Laporan lembaga penyiaran Israel, KAN, menyebut pasukan internasional, termasuk 5.000 tentara dari Indonesia, akan ditempatkan di Gaza pada 1 Mei. Nabyl menekankan bahwa setiap kemungkinan partisipasi Indonesia berada di bawah kendali nasional, berlandaskan mandat Dewan Keamanan PBB Resolusi 2803 (2025), politik luar negeri bebas-aktif, kepentingan nasional RI, dan hukum internasional.

Sebelumnya, pada 6 Maret 2026, Kemlu RI telah menangguhkan pembahasan BoP menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menambahkan bahwa prioritas Indonesia saat ini adalah memantau dinamika konflik di Timur Tengah dan memastikan keselamatan warga negara Indonesia di wilayah tersebut.

Dengan demikian, Indonesia untuk sementara tidak akan terlibat dalam pengerahan pasukan internasional di Gaza hingga ada perkembangan lebih lanjut yang sesuai mandat PBB dan kepentingan nasional. (babarito)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer