BNPB Imbau Warga Tidak Bakar Lahan, Potensi Karhutla Mulai Meningkat

Adiyansyah Lubis

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Foto: Antara)

JAKARTA, BABARITO.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai muncul di sejumlah wilayah meskipun bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di berbagai daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan ancaman karhutla terpantau mulai terjadi di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Luwu Timur pada Kamis (5/3).

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan kebakaran tersebut menghanguskan lahan mineral seluas sekitar lima hektare sehingga memerlukan penanganan cepat oleh petugas gabungan.

Menurut Abdul, upaya pemadaman dan lokalisasi api dilakukan oleh tim gabungan di lapangan guna mencegah kebakaran meluas ke kawasan perkebunan maupun hutan lindung di sekitarnya.

“Upaya pemadaman dan lokalisir api terus dilakukan agar kebakaran tidak berkembang lebih luas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, BNPB mencatat penurunan curah hujan di beberapa wilayah seperti Provinsi Riau dan Kalimantan Barat yang turut meningkatkan potensi karhutla pada level moderat.

Karena itu, BNPB terus memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai tingkatan untuk memastikan percepatan penanganan darurat serta menjaga akurasi pendataan dampak kejadian di lapangan.

Pemerintah juga menekankan pentingnya langkah pencegahan dini melalui pengawasan titik panas serta peningkatan kesiapsiagaan aparat di daerah rawan kebakaran.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan tujuan apa pun serta segera melaporkan kemunculan titik api sekecil apa pun kepada otoritas setempat guna mencegah terjadinya bencana asap yang lebih luas. (babarito/ant)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer