PADANG, BABARITO.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan pentingnya pemasangan sirene peringatan dini tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang merupakan wilayah terluar Indonesia dengan risiko tinggi bencana.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suadi Ahadi, menyebut hingga kini Mentawai belum memiliki sirene peringatan dini tsunami yang berfungsi.
Menurutnya, pemasangan sistem peringatan dini (early warning system) sangat mendesak mengingat potensi tsunami megathrust di wilayah tersebut.
“Mentawai memiliki ancaman tsunami dekat, dengan golden time kurang dari 10 menit,” ujarnya.
Ia mengimbau pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana segera merealisasikan pemasangan sirene sebagai langkah mitigasi bencana.
BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang juga membuka opsi pemanfaatan pengeras suara di masjid atau musala di kawasan pesisir sebagai alternatif sistem peringatan dini.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami.
Sementara itu, Kepala BPBD Kepulauan Mentawai, Sarman P Simanungkalit, membenarkan bahwa daerah tersebut sudah beberapa tahun tidak memiliki sirene peringatan dini yang berfungsi.
“Awalnya ada, namun kini rusak dan tidak dapat digunakan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan upaya kesiapsiagaan melalui pelatihan dan pembentukan kelompok siaga bencana di masyarakat. (babarito/rdr)

