Dampak Konflik Iran-AS-Israel, 2.500–3.000 Jamaah Umrah Sumbar masih Tertahan di Arab Saudi

Adiyansyah Lubis

Ilustrasi jemaah haji. (Foto: REUTERS/SAUDI MINISTRY OF MEDIA)

PADANG, BABARITO.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat memperkirakan sekitar 2.500 hingga 3.000 jamaah umrah asal provinsi itu masih tertahan di Arab Saudi menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, mengatakan rata-rata 1.000 jamaah diberangkatkan setiap pekan dari Sumbar ke Tanah Suci.

“Kita perkirakan jamaah umrah Sumatera Barat mencapai sekitar 2.500 orang. Namun jumlahnya bisa saja lebih karena ada jamaah musiman yang sebelumnya sudah berada di Arab Saudi,” ujarnya di Kota Padang, Senin.

Secara nasional, berdasarkan data Kemenhaj RI, sekitar 58 ribu jamaah umrah Indonesia masih tertahan di Kota Makkah dan Madinah dan menunggu kepastian jadwal kepulangan ke Tanah Air.

Situasi tersebut dipicu meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, sehingga berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan jamaah umrah Indonesia.

Menyikapi kondisi itu, Kemenhaj Sumbar meminta biro perjalanan umrah menunda keberangkatan calon jamaah mulai Senin (2/3/2026).

“Mulai hari ini tidak ada lagi pemberangkatan pesawat umrah ke Tanah Suci, mengingat eskalasi politik dan keamanan di Timur Tengah,” kata Rifki.

Kemenhaj RI juga mengimbau calon jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan hingga situasi dinyatakan aman.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan imbauan tersebut merupakan langkah kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia. (babarito/ant)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer