PADANG – Anggota DPRD Kota Padang, H. Mulyadi Muslim, Lc., M.A., terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau yang berpijak pada ajaran Islam. Hal ini diwujudkan melalui Pelatihan Surah Adat (Alua Pasambahan dan Penyelenggaraan Jenazah) yang digelar sebagai bagian dari Pokok Pikiran Perubahan (Pokir Perubahan) hasil aspirasinya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang bekerja sama dengan STAI Ar Risalah Sumatera Barat, dan diikuti oleh 80 orang guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kecamatan Koto Tangah. Pelatihan berlangsung di Aula MA Perguruan Islam Ar Risalah, Balai Gadang, pada Senin–Selasa (10–11 November 2025).
Dalam sambutannya, Mulyadi Muslim menegaskan bahwa guru TPQ memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Minangkabau. Ia menyebut guru TPQ bukan sekadar pengajar Al-Qur’an, tetapi juga penjaga moral dan budaya masyarakat.
Guru TPQ, lanjutnya, harus memahami dan menanamkan nilai-nilai adat yang sejalan dengan Islam. Mereka adalah teladan di tengah masyarakat yang memegang peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Lebih lanjut, Mulyadi Muslim menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para guru TPQ agar mampu berperan lebih luas dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam tradisi keagamaan dan adat. Menurutnya, semangat “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” perlu terus dihidupkan melalui kegiatan nyata seperti ini.
Melalui pelatihan ini, para guru TPQ tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang adat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar budaya Minangkabau. Inilah bentuk pelestarian adat yang sejalan dengan syariat.
Pelatihan berlangsung dalam suasana antusias dan interaktif. Para peserta mendapatkan materi seputar Alua Pasambahan, tata cara penyelenggaraan jenazah, serta penguatan karakter berbasis adat dan agama.

Mulyadi Muslim juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi positif antara pendidikan dan kebudayaan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan seperti STAI Ar Risalah dapat terus diperkuat dan menjadi model bagi kecamatan lain di Kota Padang.
Di akhir kegiatan, ia kembali menegaskan pentingnya memperkokoh identitas lokal dalam bingkai keislaman. Adat dan Islam, katanya, bukan hal yang bertentangan, tetapi saling menyempurnakan. Dari sinilah akan lahir masyarakat yang beradab, beriman, dan berilmu.

