Padang – Debat semakin panas pada sesi kedua, semua paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan mendapatkan pertanyaan yang berbeda dengan subtema yang sudah disediakan oleh tim panelis. Serta semua paslon juga akan memberi tanggapannya satu sama lain.
pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang pada sesi dua ini mendapatkan pertanyaan dengan subtema ekonomi. Dengan pertanyaan adanya kenaikan jumlah wisatawan pada tahun 2022 ke tahun 2023, namun pda tahun 2018 ke tahun 2019 terjadi penurun jumlah wisatawan, walaupun dengan jumlah diantara dua tahun tersebut begitu jauh. Kebijakan apa yang diambil dalam mengembang wisata, serta bagaimana strategi untuk meningkat wisata.
Iqbal menyampaikan, melakukan branding serta marketing untuk Kota Padang, kepala daerah harus membuat Kota Padang menjadi nyaman dan aman, menjadi kota Padang yang besih, serta adanya jaminan produk halal agar wisatawan mau berkunjung ke Kota Padang. Serta pemerintah harus memahami segmen pasarnya sehingga wisatawan nyaman berkunjung ke Kota padang.
Amasrul juga menambahkan bahwa Kota Padang mempunyai Pantai yang sangat indah. Pemerintah harus memfasilitasi pedagang yang ada di pinggir pantai Kota Padang. Serta perlu ada nya penataan ulang kembali untuk Kota Padang sehingga Kota padang nyaman dan aman untuk dikunjungi.
Pada pertanyaan ini paslon nomor 1 menanggapi terhadap pertanyaan yang ditanyakan kepada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, pentingnya kembali menata masyrakat sehingga seluruh lapisan masyarakat ikut tergabung dalam kembali menata ulang Kota Padang.
Sementara itu, paslon dengan nomor urut tiga menanggapi bahwa selama sudah melakukan dengan maksimal untuk menarik kembali wisatawan ke Kota Padang pasca covid. Salah satunya mengundang Wali Kota Se indonesia yang menghadirkan 5000 orang.
Diakhir narasinya Iqbal menyampaikan bahwa acara Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu sudah di agenda dan dianggarkan oleh asosiasinya, bukan pemerintahan kota yang mengundang.
“pendapatan daerah dari sektor wisata selalu menurun, karena tata kelola yang tidak baik, serta sampah yang berserakan sehingga orang tidak akan ingin ke Kota Padang” tutup Amasrul pada narasi mereka.
