Kembangkan Ternak Sapi, Pemko Padang Gandeng Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang

master

Wako Padang, Mahyeldi Ansharullah bertemu dengan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Eka Darnida Yanto dikediaman resminya, Kamis (18/6).
Wako Padang, Mahyeldi Ansharullah bertemu dengan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Eka Darnida Yanto dikediaman resminya, Kamis (18/6).

Padang, Babarito

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang Eka Darnida Yanto dikediaman resminya, Kamis (18/6). Kunjungan itu diketahui dalam rangka membahas keinginan Pemko Padang menempatkan ternak sapi milik Pemko Padang di Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang tersebut.

“Kami menemui Pak Wali untuk menyampaikan bahwa kami menerima keinginan Pemko Padang untuk meletakkan sapi di tempat kami. Hari ini kami serahkan persyaratan untuk diurus ke Kementerian Pertanian,” ujar Eka Darnida Yanto.

Ia menambahkan,  Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang bisa menampung sekitar 600 ekor sapi. Balai ini juga dilengkapi dengan labor dan beberapa fasilitas lainnya. “Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang ini belum memiliki rumah dinas. Sebagai hasil dari kerja sama ini, kita ingin Pemko Padang menyediakan rumah dinas untuk pimpinan Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang atau dalam bentuk lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengaku bersyukur sekaligus gembira. “Atas nama Pemko Padang kami ucapkan terimakasih atas kerja sama ini. Insha Allah terkait adanya permintaan rumah dinas atau dalam bentuk lainnya dalam kerjasama ini akan kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syarial Kamat mengungkapkan, sekitar dua tahun lalu UPTD pembibitan ternak mendapat bantuan indukan sapi sebanyak 50 ekor jenis brahman Xcroos dari Kementerian Pertanian. Kemudian ditambah lagi 10 ekor jenis sapi pesisir.

“Untuk yang 50 ekor ini kita tempatkan di Rumah Potong Hewan (RPH), sementara yang 10 ekor kita tempatkan di Padang Mengatas Kabupaten lima puluh Kota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama satu tahun berjalan telah lahir anak sapi  sebanyak 21 ekor. Jadi total keseluruhan saat sekarang berjumlah 81 ekor. Kemudian yang sedang bunting sebanyak 10 ekor. “Karena di RPH ini tempat tidak terlalu luas. Dengan adanya kerja sama ini maka seluruh ternak sapi bisa kita tempatkan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang,” jelasnya.

Ia optimis dengan adanya penempatan untuk ternak sapi  ini, maka kedepan sapi akan berkembangbiak lebih banyak lagi. (*/pta)

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer