AI Diprediksi Ambil Alih Pekerjaan Profesional dalam 12–18 Bulan

Adiyansyah Lubis

Ilustrasi. (Foto: Ist)

JAKARTA, BABARITO.COM – Otomatisasi pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan terjadi dalam 12–18 bulan ke depan, termasuk pada profesi seperti pengacara, akuntan, manajer proyek, dan tenaga pemasaran. Peringatan ini disampaikan oleh jajaran petinggi perusahaan teknologi global, termasuk Microsoft, Meta, dan Amazon.

CEO divisi AI Microsoft, Mustafa Suleyman, memperingatkan bahwa kemampuan AI saat ini semakin mendekati manusia. Teknologi ini bahkan mampu mengerjakan banyak tugas profesional dengan tingkat kinerja hampir setara manusia.

“Saya pikir kita akan mencapai kinerja setara manusia untuk sebagian besar, jika tidak semua, tugas profesional,” ujar Suleyman kepada Financial Times.

Menurut Suleyman, pengaruh AI sudah mulai terasa, terutama di sektor perangkat lunak. Banyak pekerja kini mengandalkan AI untuk sebagian besar proses pengkodean. Microsoft sendiri telah memangkas ribuan pegawai akibat integrasi AI, termasuk 6.000 karyawan pada Mei 2025 dan 9.000 karyawan pada Juli 2025. CEO Microsoft, Satya Nadella, menyebut AI kini berkontribusi pada 20–30 persen tugas pengkodean software.

Selain Microsoft, perusahaan teknologi lain juga memangkas tenaga kerja. Meta mem-PHK sekitar 3.600 karyawan pada Januari 2025, sedangkan Amazon berencana mengurangi hingga 30.000 posisi.

Data konsultan ketenagakerjaan AS, Challenger, Gray & Christmas, mencatat sepanjang 2025 ada 1,2 juta PHK, meningkat 58 persen dibandingkan 2024. Industri teknologi swasta menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan 154.000 posisi hilang akibat adopsi AI, termasuk 54.836 posisi yang langsung terkait AI.

Pengamat menilai dampak AI tidak hanya soal PHK, tetapi juga krisis identitas pekerja kantoran. CEO Khan Academy, Salman Khan, mengatakan revolusi AI datang lebih cepat dari perkiraan. Bahkan pengurangan 10 persen pekerjaan kerah putih bisa mengguncang ekonomi, sekaligus memengaruhi identitas sosial pekerja.

“Identitas mereka melekat pada pekerjaan itu. Sekarang terjadi pergeseran besar di pasar kerja. Jika pekerja yang terdampak tidak diarahkan ke profesi baru, masalahnya akan sangat besar,” ujar Khan.

Para pengamat menekankan perlunya jalur transisi bagi pekerja agar dapat beralih ke profesi lain, misalnya dari sopir truk atau kurir menjadi teknisi radiologi, asisten perawat, atau bidang lain yang masih relevan di era AI. (babarito.kmps)

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer