Perluas Gerak, Perluas Manfaat: GK Sumbar Launching 12 Kepengurusan Kabupaten/Kota

editor

PADANG, Babarito.com— Garuda Keadilan (GK) Sumatera Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Muswil ini menjadi momentum penting bagi GK Sumbar untuk meneguhkan arah gerak organisasi, memperkuat konsolidasi internal, serta memperluas kebermanfaatan hingga ke seluruh penjuru Sumatera Barat melalui launching 12 kepengurusan GK kabupaten dan kota.

Muswil GK Sumbar dihadiri sejumlah tokoh dan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKS sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organisasi, Administrasi, dan Literasi Kepartaian DPP PKS, Rahmat Saleh, Ketua DPW PKS Sumatera Barat Ulyadi Yesmar, anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar, Syofian Hendri, dan Rafdinal. Turut hadir Presiden Garuda Keadilan, Dhia Ul Haq Al A’zamie.

Selain agenda serah terima jabatan kepengurusan GK Sumbar dari Ketua periode sebelumnya, Ahmad Salim, kepada Ahmad Fathan sebagai Ketua GK Sumbar periode 2025–2029, Muswil ini juga menandai dimulainya fase baru penguatan wilayah organisasi. Sebanyak 12 kepengurusan GK kabupaten/kota resmi dilaunching sebagai langkah awal menuju terbentuknya GK di seluruh 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Ketua GK Sumbar Ahmad Fathan menegaskan bahwa perluasan wilayah bukan sekadar target organisasi, melainkan ikhtiar agar GK semakin dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, GK Sumbar ingin memastikan bahwa kehadiran organisasi tidak berhenti di ruang-ruang internal, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke nagari.

“Launching 12 GK kabupaten/kota ini adalah langkah awal. Ke depan, GK Sumbar harus hadir di seluruh kabupaten dan kota agar kebermanfaatan bisa menjangkau lebih luas, lebih merata, dan lebih cepat,” ujar Ahmad Fathan.

Ia menjelaskan bahwa penguatan wilayah tersebut ditopang oleh proses penjaringan kader yang telah dilakukan secara sistematis. Melalui Bidang Penjaringan Muswil GK Sumbar, tercatat sebanyak 311 kader biologis PKS telah terdata dan teregistrasi. Basis kader ini menjadi fondasi penting dalam membangun struktur organisasi yang hidup, responsif, dan berkelanjutan di daerah.

“Wilayah tanpa kader akan kosong, dan kader tanpa arah akan kehilangan makna. Karena itu, penguatan struktur dan kaderisasi harus berjalan beriringan,” jelasnya.

Komitmen kebermanfaatan GK Sumbar bukanlah hal baru. Dalam beberapa waktu terakhir, GK Sumbar bersama kader muda PKS dan relawan terlibat aktif dalam penanganan bencana banjir di sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Bentuk keterlibatan tersebut mencakup penyaluran sembako, makanan siap saji, dan air bersih bagi warga terdampak, gotong royong membersihkan rumah dan fasilitas umum, hingga dukungan alat berat berupa ekskavator untuk membantu normalisasi lingkungan pascabencana.

Bahkan, keterlibatan GK Sumbar tidak hanya terbatas di wilayah provinsi. Sejumlah kader tercatat turut menjadi relawan ke daerah terdampak bencana di Aceh Tamiang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan lintas daerah. Bagi GK Sumbar, kerja-kerja kebencanaan merupakan bagian dari panggilan moral kader muda untuk hadir saat masyarakat membutuhkan.

“Sejak awal berdiri, GK Sumbar selalu berusaha hadir dalam situasi-situasi darurat. Baik saat bencana, di bulan Ramadan melalui kegiatan sosial, hingga membantu kerja-kerja pelayanan PKS di tengah masyarakat,” ungkap Ahmad Fathan.

Selain kerja sosial, GK Sumbar juga terlibat aktif mendukung agenda-agenda strategis PKS. Pada Pemilu lalu, GK Sumbar menjadi bagian dari kerja kolektif kader muda dalam membantu konsolidasi dan pelayanan pemilih. Bahkan pada Pilkada Kota Padang, GK Sumbar dipercaya menjadi salah satu pilot project keterlibatan kader muda dalam penguatan basis, edukasi pemilih, dan kerja-kerja lapangan yang terstruktur.

Dalam arahannya, Rahmat Saleh menilai langkah GK Sumbar memperluas wilayah sebagai bagian penting dari upaya menyiapkan kader muda PKS yang siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, kebermanfaatan organisasi harus terus diperluas agar kader muda tidak hanya tumbuh secara struktural, tetapi juga matang secara sosial.

“GK memiliki peran strategis dalam memperluas kerja-kerja kebermanfaatan. Anak-anak muda PKS harus hadir, bekerja, dan memberi solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rahmat Saleh.

Sementara itu, Presiden Garuda Keadilan Dhia Ul Haq Al A’zamie menegaskan bahwa secara nasional GK diarahkan menjadi wadah pembinaan kader muda yang solid secara organisasi dan matang secara nilai. Ia menekankan bahwa GK harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat agar kader yang lahir benar-benar berkarakter dan berorientasi solusi.

“GK harus menjadi tempat lahirnya kader muda yang berpikir jernih, bersikap dewasa, dan bekerja nyata untuk masyarakat,” katanya.

Ke depan, Ahmad Fathan berharap GK Sumbar mampu melangkah lebih jauh. Dengan penguatan wilayah, basis kader yang terdata, dan pengalaman panjang dalam kerja-kerja sosial, GK Sumbar ditargetkan menjadi organisasi kepemudaan yang semakin rapi, lebih luas jangkauannya, dan lebih besar kebermanfaatannya bagi masyarakat Sumatera Barat.

“Target kami sederhana: lebih luas, lebih bermanfaat, dan lebih baik dari sebelumnya. Dukungan dan kepercayaan ini adalah amanah yang akan kami jawab dengan kerja nyata,” tutupnya. (Edt)

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer